Guides Terkini Tentang Tujuh Budaya Aceh Kini Bersertifikat Warisan Budaya Takbenda 2018, Ini Proses Penetapannya

Budaya asal Aceh yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda bertambah lagi. Tahun ini ada 7 budaya Aceh yang ditetapkan. Dan Penetapan itu tak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan melalui proses panjang.

Ketujuh  budaya Aceh yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda 2018 asal Aceh adalah Panglima Laot, Likee, Keumamah, Laweut, Kuah Beulangong, Keni Gayo, dan Pemamanan

Penyerahan sertitikat ketujuh warusan budaya takbenda Aceh  tersebut dilakukan Direktur Jenderal Kabudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hilmar Farid atas nama Mendikbud, dan diterima Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Amiruddin mewakili Gubernur Aceh dalam acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Rabu (10/10) malam.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh Irini Dewi Wanti usai acara menjelaskan penetapan Warisan Budaya Takbenda asal Aceh tersebut melalui proses panjang hampir satu tahun.

"Mulai dari melengkapi bahan pengusulan yaitu daftar isian karya budaya, kajian akademik, foto karya budaya sampai video dokumenter kondisi terakhir karya budaya saat diusulkan," terangnya kepada TravelPlus Indonesia.

Setelah itu melewati verifikasi dan penilaian oleh tim Ahli yang terdiri dari para pakar di bidangnya.

Baru kemudian memasuki tahap penyidangan penetapan sampai akhirnya diputuskan untuk disertifikasi.

BPNB Aceh, lanjut Irini, dalam hal ini sebagai penyedia data dan kelengkapan usulan, bekerjasama dengan Disbudpar Aceh.

"Kalau pengusulannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi yang menangani bidang kebudayaan," terang Irini.

Selain Aceh, warisan budaya tak benda asal Sumut juga mendapatkan sertifikat yang sama.

"Budaya asal Sumut yang mendapat sertifikat tersebut ada 8 yakni Tari Dulang, Sinandong Asahan, Guro-guro Aron, Pelleng, Gotong, Itak Poul-poul, Kala Bubu, dan Mangarontas," ungkap Irini.

Plt Kepala Disbudpar Aceh Amiruddin mengatakan akan mengagendakan acara perayaan penyerahan sertifikat Warisan Budaya Takbenda asal Aceh ini kepada daerah asal warisan budaya takbenda tersebut, seperti Keni Gayo kepada Bupati Aceh Tengah dan Pemamanan kepada Bupati Aceh Tenggara.

"Acara tersebut mungkin akan dilaksanakan sekitar awal Desember di Banda Aceh," ungkap Amiruddin.

Direktorat Jenderal Kebudayaan saat ini mencatat ada 8.065 karya budaya di Indonesia di antaranya Tradisi dan Ekspresi Lisan, Seni Pertunjukan, Adat Istiadat Masyarakat (Ritus dan Perayaan), Pengetahuan dan Kebiasaan Perilaku mengenai Alam dan Semesta, serta Kemahiran Kerajinan Tradisional.

Untuk tahun ini ada 225 karya budaya yang ditetapkan dari berbagai provinsi di Indonesia yang disaring dari 416 usulan yang masuk.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan penetapan ini dilakukan untuk perlindungan dan pelestarian warisan budaya takbenda.

Penetapan ini sebagai salah satu wujud perlindungan terhadap warisan budaya Indonesia sebagaimana amanat Undang-undang Nomer 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

"Setiap tahun kementerian melakukan proses penetapan ini, menghadapi usulan-usulan dari daerah yang sangat banyak jumlahnya. Tapi kemudian kita seleksi dengan ketat dan kemudian ditetapkan", ujar Hilmar.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kemdikbud Nadjamuddin Ramly menambahkan penetapan ini sebagai langkah pemeliharaan kebudayaan Indonesia.

"Tujuannya supaya warisan budaya takbenda kita tidak punah dan bisa disaksikan generasi saat ini dan anak cucu kita mendatang," ungkapnya. 

Acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda 2018 di GKJ berlangsung meriah.

Ada 18 pertunjukan kesenian dari berbagai daerah yang ditetapkan ditampilkan, di antaranya Guro-guro Aron dari Sumatera Utara, Kethek Ogleng dari Jawa Tengah, dan Tarling dari Jawa Barat.

Selain itu ada 7 kuliner  tradisional yang dihidangka seperti Keumamah asal Aceh, Sate Meranggi dari Jawa Barat, dan Rawon dari Jawa Timur.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo, ig: @adjitropis)
Foto: dok. BPNB Aceh

Captions:
1. Kuah Beulangong, salah satu budaya Aceh yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda 2018.
2. Kepala BPNB Aceh Irini Dewi Wanti (berhijab coklat) berfoto bersama para penari Guro-guro Aron Sumut di acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda 2018 di GKJ.
2. Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kemdikbud Nadjamuddin Ramly.
3. Para penerima sertifikat Warisan Budaya Takbenda 2018.
4. Suasana acara Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda 2018 di GKJ. (dok. @wardibudaya)

0 Response to "Guides Terkini Tentang Tujuh Budaya Aceh Kini Bersertifikat Warisan Budaya Takbenda 2018, Ini Proses Penetapannya"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel