Guides Terkini Tentang Aneka Kuliner Lingga Berbahan Sagu Ini Wajib Dicicipi

Berwisata ke Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kurang lengkap kalau tak mencicipi dan membawa pulang beragam kulinernya yang berbahan sagu.

Koq sagu? Seperti di Papua dan Indonesia Timur lainnya saja?

Iya karena sejak dulu kabupaten yang memiliki gunung bercabang tiga ini memang dikenal sebagai salah satu produsen sagu, seperti Kampung Melukap, Panggak Laut, Nerekeh, Teluk, Kudung, dan beberapa daerah lainnya.

Oleh masyarakatnya kemudian diolah menjadi berbagai makanan dan panganan antara lain Lakse Goreng dan Lakse Kuah, Sagon, Kue Bangkit Lempeng, Lampam, Kepurun, Gubal, Sagu Lemak, Sagu Lenggang, Keripik Sagu Lenggang, Keripik Sagu Bakar, Kerupuk Cincin, dan Bubur Lambok.

Beberapa makanan tersebut dulu disantap sebagai pengganti nasi.

Lakse merupakan makanan yang tak asing di penjuru Kepri. Tapi Lakse di Lingga sangat berbeda dengan Lakse di daerah lain.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lingga Raja Fahrurrazi mengatakan Lakse mudah didapat di Lingga. Kuahnya terbuat dari campuran santan dan ikan atau udang yang ditumbuk halus.

Bumbu kuahnya dari lada kering, ketumbar, jintan putih, adam manis, bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit.

Rasanya sedikit pedas karena dibubuhi sambal cabe merah yang sudah digiling atau sambal belacan (terasi) yang terbuat dari lada kering.

Sebagai variasi dapat ditambah irisan mentimun, toge, daun kesom yang dihiris halus sebagai penambah aroma, atau sayuran lain sesuai selera.

Kalau Lakse Goreng rasanya agak asin karena ada campuran ikan terinya.

Ada juga yang dicampur dengan sayur, biasanya sayur rampai. "Mudah sekali menemukan Lakse di kedai atau warung makan pinggir jalan, kampung maupun pasar," terang Raja kepada TravelPlus Indonesia di acara penyambutan para yachter peserta Wonderful Sail to Indonesia (WS2I) 2018 di Pulau Penuba, Lingga, Minggu (28/10).

Kalau di Pulau Penuba, salah satu warung yang menjual Lakse kuah ada di Warung Upiek di depan Losmen di Pulau Penuba.

Harga setangkup/sekeping Lakse dalam wadah daun mangkok di warung yang buka pagi itu cuma Rp 2000 sudah termasuk kuah dan sambalnya.

Kue Bangkit Melayu juga berbahan sagu. Kata Kasi Promosi dan Kerjasama Pariwisata Disparpora Lingga, Rosanna yang akrab disapa Anna, Kue Bangkit itu panganan yang berasa manis dan gurih berbentuk bunga tampuk manggis.

"Cocok banget buat teman ngeteh ataupun ngopi," terang Anna.

Berikutnya ada Sagu Lemak. Bahan dasarnya masih sagu dan dicampur kelapa yang mirip serundeng. Makannya sama ikan bakar dan durian.

Sementara Lempeng atau Pizza-nya Lingga juga terbuat dari sagu basah dicampur dengan kelapa, dan sedikit ikan teri sebagai pelengkap serta cabe sebagai penyedap.

"Kalau Lampam itu disebut juga rotinya orang Daik," tambah Anna.

Lain lagi dengan Keripik Cincin, sesuai namanya bentuknya seperti cincin juga terbuat dari sagu. Harganya cuma Rp 5000 per bungkusnya.

"Bisa dibeli di Toko Chuang Kudung dan Toko Toni, Kampung China, Daik," ujar Anna.

Keripik Sagu Bakar beda lagi karena melalui proses penggorengan. Bentuknya seperti Lempeng tapi ukurannya lebih kecil.

Sagu Lenggang, bentuknya seperti kacang hijau tapi  warnanya putih. "Orang tua-tua Lingga dulu makanan pokoknya Sagu Lenggang karena lebih lezat dari nasi. Keistimewaan lainnya awet sampai berbulan-bulan," tambah Anna.

Keripik Sagu Lenggang, ada sagu di bagian tengahnya.

Gubal pun berbahan dasar sama dengan Lempeng namun tidak ada ikan terinya. Dulu, Gubal juga sebagai makanan pokok masyarakat Lingga. Paling enak disantap dengan ikan gulai.

Kepurun berbentuk seperti lem dan kenyal-kenyal di lidah, mirip Papeda Papua. Untuk membuat Kepurun, caranya juga cukup mudah, hanya diperlukan sagu basah. Kuahnya terbuat dari gilingan ikan teri yang dicampur dengan buah belimbing buluh atau asam dan cabe rawit.

Lambok berbahan dasar dari Sagu Lenggang, dicampur dengan sayur rampai, ikan teri, kacang tanah, dan campuran kerupuk yang belum digoreng.

Makanan seperti bubur namun kuahnya kental ini kaya akan rasa dan nutrisi.

Satu lagi Aluwe Nio. "Jenis kue dari Sagu ini dulu kerap disajikan oleh Sultan Lingga buat para tamunya," terang Anna.

Kue berbahan sagu kelapa dan gula merah itu bisa dicicipi di Warung Bu Asnah di Pulau Penaba, Kecamatan Selayar, dekat dermaga.

"Harga per potongnya cuma Rp 1000," pungkas Anna.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)


Captions:
1. Sejumlah wisatawan nikmati kuliner khas Lingga berbahan Sagu di Pelabuhan Tanjung Buton, Daik, Lingga.
2. Lakse Kuah khas Lingga.
3. Kue Bangkit.
4. Keripik Cincin.
5. Aluwe nio.

0 Response to "Guides Terkini Tentang Aneka Kuliner Lingga Berbahan Sagu Ini Wajib Dicicipi"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel