Guides Terkini Tentang Profesi TI Yang Paling Banyak Di Cari Di Perusahaan di Indonesia

Bidang Teknologi Informasi (TI) merupakan bidang yang paling dibutuhkan dan diminati dalam dunia kerja saat ini selain bidang akuntansi, konstruksi, kesehatan, hukum, ekonomi, dan lain-lain. Hal ini sejalan dengan laju pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dan perkembangan teknologi di dunia yang begitu cepat. Disamping itu, TI memberikan peran berupa keunggulan daya saing kepada suatu perusahaan sehingga memberikan harapan dan manfaat yang luar biasa bagi perkembangan perusahaan.

Sebelum tahun 2000, kebutuhan TI pada beberapa perusahaan maupun instansi di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Peran TI hanya sebatas dukungan saja terhadap operasional perusahaan, bukan memberikan peran yang sangat strategis untuk kemajuan perusahaan. Ketika itu, sedikit sekali profesi TI yang diperkenalkan dalam suatu perusahaan. Mungkin kita hanya mengenal dua profesi saja yaitu Programmer dan Teknisi TI. Baik seorang programmer maupun Teknisi TI layaknya seorang "Superman", semua yang berhubungan dengan TI harus bisa dikerjakan dengan waktu yang relatif singkat. Bisa Anda bayangkan bahwa seorang programmer ketika itu harus mememiliki banyak keahlian dan melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti instalasi kebutuhan perangkat lunaknya sendiri, desain dan buat basis data, buat diagram dan flowchart, desain tampilan aplikasi, buat program, dokumentasi, pengujian, dan instalasi sistem. Sedangkan Teknisi TI dituntut untuk dapat melakukan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan komputer, memecahkan masalah yang terjadi pada komputer dan jaringan, dan pekerjaan teknis lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman, muncul profesi-profesi TI yang baru dan beban-beban yang dulu pernah ada pada seorang programmer dan Teknisi TI menjadi berkurang dan mereka hanya fokus pada bidang pekerjaannya saja.

Berikut profesi-profesi TI yang paling dicari perusahaan dengan standar penghasilan tinggi:

1. Software Developer / Software Engineer (Pembuat Program Perangkat Lunak)

Profesi ini merupakan profesi yang paling diminati perusahaan-perusahaan khususnya yang bergerak dibidang TI untuk terus menciptakan inovasi melalui prangkat lunak yang handal dan berkualitas yang dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Banyak lulusan dari perguruan tinggi ternama dari jurusan Sistem Informasi, Teknik Informasi, maupun Ilmu Komputer diarahkan untuk menjadi Software Developer. Untuk menjadi seorang Software Developer diperlukan kemampuan logika dan algoritma yang baik serta memiliki kemampuan abstrak di atas rata-rata. Selain itu, orang yang memiliki profesi sebagai software developer harus mampu bekerja dibawah tekanan, bersedia lembur, di tempatkan pada kantor klien sebagai karyawan outsource, dan bisa bekerja dalam tim.

Bahasa pemrograman yang populer saat ini dan banyak digunakan pada berbagai produk perangkat lunak, yaitu Java, C# .NET, VB .NET, PHP, HTML, Javascript, C, C++. Setidaknya, seorang software developer bisa menguasai satu dari beberapa bahasa pemrograman tersebut. Berikut kategori software developer, yaitu:

  • Web Developer
Perkembangan web semakin pesat seiring bertambahnya pengguna internet di Indonesia. Konsep e-Commerce dan media sosial yang mana merupakan pengembangan dari web interaktif semakin diminati oleh pengguna internet. Teknologi web semakin tumbuh dan berkembang dengan cepat. Hypertext Markup Language (HTML) versi 5 dan jquery diciptakan untuk membangun desain web yang responsif. Untuk menjadi web developer diperlukan pemahaman konsep penggunaan HTML5, Cascade Style Sheet (CSS), javascript, jquery, EXtensible Markup Language (XML), Asynchronous Javascript and XML (AJAX), dan bahasa pemrograman seperti PHP, C# .NET, atau java.

  • Mobile Apps Developer
Seiring berkembangnya smartphone yang memiliki multifungsi dan kemampuan membangun aplikasi-aplikasi di dalamnya, aplikasi mobile mulai banyak diminati. Developer aplikasi mobile semakin terus berkembang dan meramaikan pasar aplikasi mobile dunia seperti Google Play, Apple Store, Windowsphone Store, Blackberry World, dan lain-lain. Perhatikan perkembangan aplikasi pada masing-masing Apps Store di bawah ini:

Beberapa tools (alat bantu kerja) yang dapat membantu kinerja pengembangan aplikasi mobile oleh Mobile Apps Developer, yaitu IBM Worklight Developer Edition, Xamarin, JDeveloper, dan lain-lain.

  • Integration Developer
 Integrasi data mulai banyak dibutuhkan dan dikembangkan sebagai cara untuk berkomunikasi antara aplikasi eksternal dengan aplikasi internal maupun antar aplikasi internal saja. Konsep Service Oriented Architecture (SOA) sebagai landasan utama dalam integrasi data yang mana membangun beberapa service disekitar aplikasi internal menjadi begitu penting untuk dipahami. Penggunaan produk Enterprise Service Bus (ESB) untuk integrasi data secara real time dan konsep web service seperti SOAP/REST maupun JSON. Konsep integrasi data secara batch biasanya menggunakan tools populer seperti Pentaho, Knime, dan SQL Server Integration Service (SSIS)


  • Business Intelligent Developer
 Konsep Business Intelligent (BI) menjadi kebutuhan utama dalam melakukan analisis pengolahan data di suatu organisasi. Dengan berbagai sumber data yang dimiliki dan multidimensi untuk menampilkan suatu panel kontrol (dashboard) maupun laporan-laporan kepada manajemen, perlu suatu metode untuk pengolahan data yang dibutuhkan tadi. Beberapa metode yang mendukung konsep BI yang harus dikuasi oleh BI developer yaitu data mining, text mining, Online Analytical Processing (OLAP), Business Performance Management, Master Data Management, predictive analytic, semantic analytic, dan sebagainya. Biasanya pengembangan produk BI digunakan oleh Analis Data (Data Analyst). Adapun tools yang dapat digunakan untuk mendukung konsep BI seperti Tableau, Pentaho, SQL Server Reporting Service (SSRS), Crystal Report, SDL Server Integration Services (SSIS), Weka, Knime, dan lain-lain.

  • Desktop Developer
 Profesi Desktop Developer di Indonesia bisa tergolong langka karena target pasar yang masih rendah terhadap kebutuhan aplikasi berbasis desktop. Namun, memiliki nilai jual yang tinggi bagi eksper dan berpengelaman dalam membuat produk-produk seperti milik Microsoft. Tentunya, hal ini tidak berlaku di Indonesia. Di Indonesia, fokus desktop developer biasanya pada pengembangan aplikasi open source, aplikasi kasir, aplikasi antivirus, dan aplikasi permainan. Bahasa pemrograman yang paling populer untuk pengembangan aplikasi berbasis desktop adalah C, Java, C# .NET, dan Visual Basic.

Standar gaji bulanan untuk profesi Software developer level pemula sekitar Rp. 4.000.000,- s/d Rp. 8.000.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah memiliki sertifikasi dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp. 8.000.000,- s/d Rp. 15.000.000,-. Namun, ada beberapa perusahaan TI yang memiliki standar gaji Rp. 8.000.000,- s/d Rp. 12.000.000,- bagi developer yang memiliki keahlian menggunakan bahasa pemeograman Java untuk level pemula sampai menengah.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id



2. IT Project Management Officer (Pengelola Proyek TI)


Saat ini, kebutuhan suatu organisasi untuk melakukan suatu investasi TI terus berkembang. Hal ini diyakini karena penetrasi teknologi yang dapat membawa perubahan begitu cepat sehingga diharapkan dapat membawa perusahaan unggul diberbagai bidang. Untuk mewujudkan investasi TI tersebut, biasanya perusahaan membuat proyek. Karena proyek tersebut berhubungan dengan TI, maka pendekatan yang digunakan berbeda pula sehingga dibutuhkan keahlian dari Pengelola Proyek dari bidang TI.

Namun, banyak perusahaan yang membutuhkan keahlian dari Manajer Proyek dengan sertifikasi khusus seperti PMP(Professional Management Project), Certified Associate in Project Management (CAPM), Program Management Professional (PgMP), PMI Scheduling Professional (PMI-SP), PMI Risk Management Professional (PMI-RMP), dan lain-lain. Profesi Pengelola Proyek TI ini sangat menjanjikan dan termasuk 5 profesi yang paling diminati dan dibutuhkan di Amerika Serikat saat ini. Adapun tugas-tugas dari Pengelola Proyek TI sebagai berikut:
  • Membantu perencanaan proyek TI
  • Memantau perkembangan proyek TI
  • Melakukan evaluasi dan audit terhadap proyek-proyek TI
  • Melacak ketersediaan sumber daya di seluruh proyek TI yang ada
  • Menetapkan pedoman manajemen proyek, standar dan prosedur untuk proyek TI
  • Dukungan administratif proyek TI
  • Membantu koordinasi pertemuan dengan pihak-pihak yang terlibat
  • Memberikan pelatihan khusus bagi Manajer Proyek dan Timnya
  • Pengarsipan informasi yang berhubungan dengan proyek TI
  • Membuat laporan kepada jajaran manajemen tertinggi dan mendistribusikan informasi di seluruh organisasi
Standar gaji bulanan untuk profesi Pengelola Proyek TI level pemula sekitar Rp. 6.500.000,- s/d Rp. 12.000.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah memiliki sertifikasi dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp. 20.000.000,- s/d Rp. 50.000.000,-.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id

3. IT Consultant (Konsultan TI)

Layaknya seorang dokter dan psikolog, profesi ini juga bergerak dibidang layanan jasa konsultasi khusus pada bidang TI. Konsultan TI biasanya memberikan masukan berupa saran dan rekomendasi berdasarkan analisis kebutuhan dan kondisi internal maupun eksternal klien tanpa melakukan implementasi atas saran atau rekomendasi yang telah mereka buat. Seorang konsultan TI lebih memahami secara teori dan metode praktis yang sering digunakan berdasarkan pengalaman. Untuk eksekusi atas saran dan rekomendasi tersebut, dilakukan oleh pihak lainnnya yang menyediakan layanan jasa implementasi terhadap apa yang sudah direncanakan.

Untuk mengambil profesi sebagai konsultan TI membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang. Biasanya mereka terlebih dahulu mengikuti pendidikan tingkat lanjut di perguruan tinggi (S2) atau pelatihan bidang tertentu yang ingin mereka kuasai. Selain itu, biasanya mereka perlu mengambil sertifikasi dibidang yang ingin mereka kuasai tersebut. Kemampuan dalam membuat proposal penawaran jasa konsultasi dibutuhkan dalam rangka meyakinkan klien untuk memilih jasa mereka. Proses identifikasi kebutuhan, analisis, dan hasil analisis dikemas dalam suatu makalah dan presentasi untuk disampaikan atau diberikan kepada klien. Profesi ini merupakan profesi yang sangat menguntungkan karena biaya operasional yang dikeluarkan relatif sedikit. Namun, nilai proyeknya sangat besar. Berikut bidang-bidang yang sering dibutuhkan klien untuk memakai jasa konsultan TI, yaitu Audit TI, Manajemen Risiko TI, Manajamen Layanan TI, Manajemen Portofolio Aplikasi, Manajemen Proyek TI, Manajemen Investasi TI, Perencanaan Strategis Sistem Informasi, Tata Kelola TI, Arsitektur TI, dan disiplin ilmu lainnya.

4. System Analyst (Analis Sistem)

Biasanya profesi ini diperoleh setelah lebih dari 4 tahun menjadi seorang Software Developer atau Software Engineer dan memiliki banyak pengalaman dalam pengembangan software. Seorang analis sistem bertugas merancang, menganalisis, dan mengimplementasikan sistem yang hendak dikembangkan. Hasil rancangan Analis Sistem tersebut akan diterjemahkan oleh software developer kedalam barisan kode-kode program. Namun sebelumnya, Analis Sistem harus dapat berkomunikasi langsung dengan pengguna akhir (end-user) untuk mengetahui kebutuhan dan ekspektasi mereka. Seorang Analis Sistem mengemban tugas yang berat. Ada banyak hal yang harus diketahui seperti ciri khas suatu bahasa pemrograman, konsep pemrograman berorientasi objek, konsep UML (Unified Modelling Language), infrastruktur TI, jaringan, dan teknologi terkini. Analis sistem juga bertanggung jawab terhadap kelangsungan produk yang dia rancang apabila terdapat kendala dalam pengemabnagn sistemnya.

Standar gaji bulanan untuk profesi Analis Sistem ini sekitar Rp. 8.000.000,- s/d Rp. 18.000.000,- dengan ketentuan lebih dari 4 tahun kerja sebagai software engineer atau software developer dan memiliki banyak portofolio pengembangan software.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id



5. Database Administrator (Pengelola Basis Data)


Peran Database Administrator (DBA) dalam suatu perusahaan sangatlah penting yang meliputi pengembangan dan perancangan strategi basis data, pemantauan sistem pada basis data, peningkatan kinerja basis data, dan perencanaan kapasitas sistem pada basis data untuk ekspansi kebutuhan mendatang. Selain itu, seorang DBA juga bertanggung jawab terhadap instalasi dan konfigurasi produk basis data pada lingkungan sistem internal, upgrade produk basis data, administrasi sistem basis data, pemantauan kinerja basis data, perawatan sistem basis data, backup dan restore basis data, dan keamanan pada sistem basis data.

Standar gaji bulanan untuk profesi DBA level pemula sekitar Rp. 5.000.000,- s/d Rp. 8.000.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah memiliki sertifikasi dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp. 10.000.000,- s/d Rp. 17.000.000,-.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id

6. Information Security Analyst (Analis Keamanan Informasi)

Keamanan Informasi disuatu perusahaan menjadi sangat penting. Kelalaian dalam menjaga suatu informasi dapat berdampak buruk bagi kelangsungan suatu perusahaan. Apalagi pemerintah telah membuat Kebijakan dan regulasi terhadap keamanan informasi pelanggan maupun mitra. Bocornya informasi pelanggan maupun mitra dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan pelanggan maupun mitra kepada perusahaan sehingga citra perusahaan semakin berkurang seiring berkurangnya pendapatan perusahaan tersebut. Tentunya, sanksi berlaku bagi perusahaan yang tidak mengikuti regulasi yang dibuat pemerintah.

Namun, banyak perusahaan yang membutuhkan keahlian dalam bidang Keamanan Informasi yang sudah memiliki sertifikasi khusus seperti CISM (Certified Information Security Manager), CISA (Certified Information Systems Audit), CISSP (Certified Information Systems Security Professional), dan lain-lain. Untuk itu, jika Anda ingin menjalani profesi sebagai Analis Keamanan Informasi, sebaiknya mengambil salah satu profesi di atas. Selain menambah kompetensi, dapat juga meningkatkan nilai jual Anda dalam dunia kerja. Adapun tugas-tugas dari Analis Keamanan Informasi sebagai berikut:
  • Melakukan perencanaan dan pelaksanaan langkah-langkah keamanan untuk melindungi sistem komputer, jaringan, dan data
  • Mengantisipasi pelanggaran keamanan informasi dengan mencegah kehilangan data dan gangguan layanan seperti meneliti teknologi baru yang efektif yang dapat melindungi jaringan
  • Melakukan penilaian risiko dan pengujian sistem pengolahan data
  • Merekomendasikan peningkatan keamanan informasi dan pembelian suatu produk teknologi
  • Membuat, menguji, dan mengimplementasikan rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan)
  • Memberikan pelatihan tentang keamanan informasi kepada seluruh karyawan
  • Membuat kebijakan dan prosedur keamanan informasi perusahaan
Standar gaji bulanan untuk profesi Analis Keamanan Informasi level pemula sekitar Rp. 5.500.000,- s/d Rp. 8.000.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah memiliki sertifikasi dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp. 10.000.000,- s/d Rp. 20.000.000,-.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id

7. IT Architect (Arsitek TI)

Layaknya arsitektur pada suatu bangunan, sistem TI juga membutuhkan arsitektur untuk mengetahui komponen sistem lebih detail sehingga dapat meminimalkan risiko ketika membangun atau mengubah sebuah sistem di lingkungan perusahaan. Keahlian ini menjadi lebih penting dalam menata lanskap sistem untuk menjaga kualitas, biaya, dan aspek lainnya. Penggambaran yang dilakukan secara terpusat dan mutakhir dari berbagai kebutuhan perspektif seperti proses bisnis, aplikasi, teknologi atau infrastruktur TI, dan Informasi untuk kondisi saat ini maupun di masa mendatang. Profesi ini tidak mudah karena dibutuhkan keahlian dalam merancang, membuat komitmen dengan pihak-pihak yang dilibatkan, serta membuat rekomendasi berupa peta perjalanan Departemen TI (IT Roadmap) selama 5 tahun ke depan yang selaras dengan strategi dan tujuan perusahaan.

Profesi ini juga memiliki peta karir yang jelas dengan sertifikasi yang dikeluarkan oleh IASA (International Association of Software Architect), yaitu suatu lembaga internasional yang mewadahi Arsitek TI.


Standar gaji bulanan untuk profesi Arsitek TI level pemula sekitar Rp. 5.500.000,- s/d Rp. 7.500.000,-. Sedangkan untuk level senior yang sudah memiliki sertifikasi dan berpengalaman selama lebih dari 5 tahun sekitar Rp. 12.000.000,- s/d Rp. 20.000.000,-.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id

8. Quality Assurance (Penjamin Kualitas Program)

Untuk meningkatkan kualitas dari suatu produk perangkat lunak, dibutuhkan manajemen kualitas yang fokus terhadap pemenuhan kebutuhan terhadap kualitas yang diinginkan sesuai standar ISO 9000. Profesi ini mengacu pada kegiatan administrasi dan prosedural yang diimplementasikan ke dalam sistem mutu sehingga persyaratan dan tujuan dari suatu produk, layanan, atau kegiatan dapat terpenuhi. Ada dua prinsip yang termasuk ke dalam QA, yaitu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan menghilangkan kesalahan atau cacat. Tugas profesi dari Quality Assurance (QA) meliputi pengelolaan kualitas baik produk, komponen, maupun layanan. Biasanya profesi QA setara dengan analis sistem dalam hal kemampuan analisis. Sebaiknya untuk enjadi seorang QA, harus memiliki pengalaman dalam membuat software atau sistem informasi serta mengerti proses bisnis. Namun, pada kenyataannya di Indonesia seorang QA dapat berasal dari kalangan pemula. Hal inilah yang mengakibatkan kualitas produk perangkat lunak di Indonesia tidak sebaik dengan kualitas produk dari luar. Berikut jalur karir dari profsi QA:


Standar gaji bulanan untuk profesi QA ini sekitar Rp. 5.000.000,- s/d Rp. 7.500.000,- untuk kalangan pemula. Sedangkan untuk level senior sekitar Rp. 8.000.000,- s/d Rp. 15.000.000,-. Profesi yang sangat menjanjikan bagi Anda yang tertarik dan serius dalam pengujian suatu produk perangkat lunak yang memiliki kualitas berstandar internasional.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id

9. Network Engineer (Teknisi Jaringan)

Jaringan menjadi bagian terpenting dalam TI, tanpa jaringan suatu perangkat komputer maupun seluler tidak dapat saling terhubung. Apalagi dengan munculnya era komputasi awan (cloud computing), profesi ini akan semakin banyak diminati oleh perusahaan yang menyediakan jasa komputasi awan maupun perusahaan yang menggunakan teknologi komputasi awan. Profesi ini bertugas merancang, membuat, dan mengelola layanan antar jaringan jaringan telepon dan komputer. Aspek keamanan juga menjadi bagian penting dalam merancang suatu jaringan.

Untuk menjadi ahli dalam jaringan, dapat mengikuti sertifikasi CompTIA Network+. Anda dapat juga mengikuti sertifikasi yang diadakan oleh CISCO seperti gambar di bawah ini:


Standar gaji bulanan untuk profesi Network Engineer ini sekitar Rp. 6.000.000,- s/d Rp. 15.000.000,-.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id

10. System Engineer (Teknisi Sistem)

Teknisi Sistem fokus pada perancangan dan pengelolaan Infrastruktur TI yang kompleks dalam mendukung siklus hidup sistem dan aplikasi yang berjalan di atas infrastruktur tersebut. Adapaun kegiatannya meliputi instalasi dan konfigurasi aplikasi pada server, instalasi database, instalasi server baik fisik maupun virtual dan konfigurasi berdasarkan topologinya, capacity planning, backup aplikasi, dll.

Standar gaji bulanan untuk profesi System Engineer ini sekitar Rp. 6.000.000,- s/d Rp. 15.000.000,-.
Sumber:http://www.kellyservices.co.id

Di Indonesia, standar gaji profesi TI masih jauh di bawah standar gaji Internsional. Hal ini berbanding lurus dengan keahlian dan kemampuan tenaga ahli kita dalam menjalankan profesi tersebut. Selain itu juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi Indonesia. Sudahkah Anda menentukan pilihan Anda sekarang?

0 Response to "Guides Terkini Tentang Profesi TI Yang Paling Banyak Di Cari Di Perusahaan di Indonesia"

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel